Tracer Study

Yang Terhormat Alumni Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin)

Saat ini Ikopin sedang menyelenggarakan kegiatan tracer study (Penelusuran Alumni) untuk lulusan tahun 2018 program studi (prodi) S1 Manajemen dan D3 Manajemen Bisnis.

Tujuan dari tracer study ini adalah untuk memetakan daya serap lulusan Ikopin dan penyempurnaan kurikulum yang lebih dibutuhkan dalam dunia kerja. Terkait dengan hal itu, kami mohon agar dapat meluangkan waktu mengisi dan menjawab pertanyaan dalam link kuisioner berikut ini

http://bit.ly/tracerstudyikopinlulusan2018

Keberhasilan lulusan Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) dalam memasuki dunia kerja merupakan salah satu indikator outcome pembelajaran dan relevansi Ikopin bagi masyarakat. Dengan demikian, Ikopin bertanggung jawab tidak hanya untuk melengkapi lulusan dengan kompetensi tertentu (output pembelajaran) tetapi juga wajib memfasilitasi dan menjembatani lulusan memasuki dunia kerja.

Tracer study adalah studi pelacakan jejak lulusan/alumni yang dilakukan 2 (dua) tahun setelah lulus dan bertujuan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja, situasi kerja terakhir, keselarasan dan aplikasi kompetensi di dunia kerja. Tracer study juga dapat memberikan informasi mengenai output pendidikan yaitu penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi serta input pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi sosiobiografis lulusan.

Tracer study dapat menyediakan informasi untuk kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas Ikopin. Di samping itu tracer study juga menyediakan informasi berharga mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.

Dalam rangka pengembangan Ikopin, tracer study berperan penting, sebagai tahap awal pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang baru, misalnya. Tracer study  menjadi salah satu syarat kelengkapan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Tracer study dilaksanakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni dengan dasar pemikiran:

  1. Untuk menghindari terjadinya ketimpangan pelayanan bagi mahasiswa dan lulusan akibat beragamnya kemampuan program studi.
  2. Pelaksanaan tracer study menjadi terinstitusionalisasi sehingga dapat lebih terjamin regularitasnya,
  3. Efektivitas pemanfaatan hasil karena terjaminnya komparabilitas data.

Untuk pelaksanaan tracer study Ikopin mengembangkan pelaksanaan tracer study yang terstandardisasi dengan menggunakan disain dan metodologi yang baku secara nasional, yang mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) sehingga hasilnya dapat diperbandingkan (comparable), yaitu:

  1. Tracer Study ditargetkan pada seluruh populasi dan bukan pada kelompok sampel yang sudah dipilih sebelumnya. Populasi target pada pelaksanaan Tracer Study tahun berjalan adalah seluruh lulusan dua tahun sebelumnya.
  2. Tracer Study yang dilaksanakan oleh Ikopin mencakup seluruh pertanyaan inti Tracer Study Ditjen Belmawa.